Kawan, andai kau terdampar pada suatu waktu yang ganjil, terasing dan sunyi, saya akan menuntunmu. Melangkah pelan menyusuri jalan setapak ini, yang ditumbuhi bunga ilalang liar di kanan kirinya. Sambil menikmati semilir angin yang lirih membelai-belai ujung rambutmu.
Mungkin langkahku, tak menyingkirkan dekapan keganjilan yang menggayutimu. Tapi, saya akan menemanimu menikmati bunga ilalang liar itu, melihatnya menari meliuk – liuk bersama lambaian angin. Indah di bawah bentangan langit yang masih membiru.
Kawan, semilir angin itu begitu lembut menyapamu.

2 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
September 4, 2009 pada 7:25 pm
zheyhaq
lam kenal ya dari blogr cirebon…….. tulisan Nt bagus…. maju terus bloger indonesia
mangga mampir teng http://zheyhaq.wordpress.com
September 4, 2009 pada 9:58 pm
abyasa2
terima kasih..