Pemuda itu tertunduk lesu

“…Garis asmara memang tidak mempertemukan kita di titik temu, tetapi garis kerinduan ini akan mengiringi setiap langkahmu…”

Dia menyaksikan sang dara pujaan, berjalan beriringan di altar suci, dengan gaun putih nan anggun, berjalan mesra dengan pangeran tampan yang membimbingnya menuju singgasana megah penuh mawar merah nan indah

Asmara memang tidak bisa dipastikan langkah akhirnya, Kawan
Tidak bisa dibujuk untuk memihaknya, tidak bisa dipaksa merangkul keduanya
Biarlah asmara akan senantiasa menjadi misteri sang waktu

Biarlah senyumnya yang indah merekah ditimpa hangatnya mentari pagi, tetap akan menjadi bayang-bayang mimpi sang pemuda
Biarlah langkah bahagia mengiri senandung cinta sang dara dan pangeran tampannya…

Biarlah senantiasa tetap menjadi misteri

Iklan