Kawan, jika engkau ingin menjadi penyaksi betapa bisingnya demokrasi, tengoklah di Gedung Senayan. Hingar bingar, bahkan ada caci maki dan serapah kotor.

Bila ingin menjadi pembenci demokrasi, lihatlah bagaimana pemikiran mereka bergelut, argumentasi mereka berkelahi, apakah memakai dalil-dalil shahih yang berlaku di dunia? atau sekedar mengucapkan kata aneh tanpa makna, tapi keras dan nyaring… dengan atas nama Demokrasi? asal bunyi?

Bila anda penikmat keindahan warna demokrasi, jangan tengok di sana. Di sana warnanya agak buram, bahkan mungkin keruh dan jorok.  Tidak seelok logika akal sehat yang bertemu secara nyaman dan adem. Di sana, kadang emosi sudah menjadi panglima seluruh logika.

Mungkin gebrak meja biasa, teriak keras biasa, bising lumrah, tapi kalau bising kedombrangan tanpa makna…? apakah ini makna demokrasi yang sedang mereka suarakan..?

Entahlah… lebih baik ku nikmati gerimis di pagi buta, iramanya kadang berisik di atap rumah, tapi indah di pandangan mata.

Iklan