ini adalah sebuah dongeng di negeri Huwarakadah, bukan sebuah negeri nyata, bukan negeri di atas muka bumi.

Para penduduknya suka tawuran, tapi senyumnya amat manis dan sopan. Masyarakatnya doyan nyuri, tapi juga dermawan. Penghuni negerinya santun dan ramah, tapi doyan keributan.

Apa yang aneh dengan negeri Huwarakadah ini, kawan?

Punggawa negerinya bergaji minim, tapi hartanya berlimpah-limpah. Culasnya minta ampun, tapi maunya dapat jatah. Kesana wara-wiri dengan untaian perhiasan mewah. Ya permaisurinya, ya selirnya, ya budaknya.

Amat pintar bermain kata, dan fasih bersilat lidah. Hukum memang ada, tapi tanpa guna. Masyarakat lemah nyolong, kalangan menengah ngembat, golongan elit menjarah. Tapi itu berlangsung berhari-hari tanpa rasa bosan, apalagi rasa salah. Entah apalagi dosa.

itulah suasana sehari-hari di negeri Huwarakadah. jadi kamu jangan heran, kalau tiap hari ada tawuran, saban waktu ada keributan, tiap waktu ada pencurian, saling caki-maki, teriak umpat-umpatan. Itu adalah sebagian dari gaya hidup keseharian.

Cakar-cakaran saling menyalahkan, padahal hampir seluruh rakyatnya berlumuran nista. Tuding-menuding, sambil menyelamatkan diri masing-masing.

Sekali lagi ini cerita dongeng belaka.

Iklan